
BENGKULU TENGAH– Polres Bengkulu Tengah melalui program Quick Wins Kapolri, Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk mencari solusi atas kendala pelatihan dan penyaluran tenaga kerja. Kegiatan berlangsung di Kantor Disnakertrans Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (22/10/2026), dipimpin Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M. , bersama jajaran dan pihak Disnakertrans.
Dalam koordinasi tersebut, Disnakertrans menjelaskan bahwa program pendidikan dan pelatihan (diklat) calon tenaga kerja pada 2023–2024 berjalan baik dan telah membantu penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lokal maupun sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Namun, program tersebut tidak berjalan pada 2025–2026 akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Tawaran pelatihan calon PMI dari kementerian terkait yang bersumber dari APBN juga belum dapat dimanfaatkan karena terkendala persyaratan ruang kelas yang representatif.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa Polres akan menggandeng Disnakertrans untuk menyelaraskan program Poliran dengan program pemerintah daerah. Kapolres juga akan berkoordinasi dengan Bupati Bengkulu Tengah guna membahas kendala pelatihan dan penyaluran tenaga kerja sekaligus merumuskan solusi alternatif yang dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.
Sebagai bentuk dukungan, Polres Bengkulu Tengah membuka peluang kerja sama pemanfaatan fasilitas yang tersedia, seperti ruang atau aula Polres, apabila dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pelatihan. Rencana tersebut akan dikaji lebih lanjut bersama Disnakertrans dan pemerintah daerah agar sesuai dengan aturan yang berlaku. Melalui program Poliran, diharapkan akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi masyarakat Bengkulu Tengah semakin terbuka. Kegiatan berakhir pukul 11.15 WIB dalam keadaan aman dan lancar.